Kehidupan seperti tuts
pada piano: hitam dan putih.
Perpaduannya mampu
menciptakan karya luar biasa yang memanjakan gendang telinga.
Suka dan duka pun
demikian; membuat hidup menjadi luar biasa untuk dinikmati.
Ada saatnya kita
terpusat pada tuts putih.
Namun kita lebih
sering berfokus pada tuts hitam: kesedihan.
"selamat petang,
segala cinta yang (perlahan) menghilang. berhentilah mencoba saat hatimu
menolaknya." (@puisiindojgj)
"aku mencintai
segala airmata yang menari pada tiap dentang jam, dan segala kesedihan adalah
irama paling merdu pada waktu." (@puisiindojgj)
"menarilah,
sayang. pada alunan duka yang kita ciptakan. pada tiap ego yang kita
keluarkan." (@puisiindojgj)
"dengan
mencintaimu, aku belajar tentang ketabahan. yang menyelamatkanku dari
kesedihan." (@puisiindojgj)
"dalam
keterbatasan bahasa, aku mengucap bulir rindu melalui jejak-jejak kamu di
mataku; meski yang tercetak hanya sebuah semu" (@kiramadhani)
"pada waktu aku
menitipkan segala kesedihanku; agar kelak mencintaimu tak perlu airmata
daripadaku." (@Anggarief)
"Kesedihan ini
lebih menyedihkan dari senja dengan kelabu gelap, menyiratkan perpisahan hati
yang tak terucap." (@krisdiyansari_)
"disepertiga
senja segala airmata menampakkan segala kesedihannya. kemudian luka jatuh cinta
pada airmata. (@Anggarief)
"adakah yang
lebih tabah dari kesedihanku yang kau cerca pada tiap luka?"
(@puisiindojgj)
"Dalam pejam
mataku terbias pada retina bayangmu dengan raut kuyu, tersirat sebersit senyum
pilu hantarkan hilang senja sendu" (@SicaPermata)
"menghilanglah,
sementara airmataku mencari tempat terjatuh. biarkan kesedihanku menautkan
segala waktu." (@puisiindojgj)
"adalah sebuah
dusta yang sengaja dipaksakan: merelakanmu." (@kiramadhani)
"Ciumanmu sayang,
obat segala kesedihan. Alasan segala rindu meradang." (@Anggarief)
"Hangat peluk
tubuhmu kurindukan bukan dingin tatap matamu padaku, kasih." (@SicaPermata)
"Tak sanggup
kubayangkan betapa kesepiannya langit tanpa pelukan pelangi. Seperti aku
tanpamu. (@SicaPermata)
"Terbentang jalan
bernama pilu menuju hatimu.Beribu sendu menguar di liku2.Bila duka sbg penghias
rindu,haruskah ku mencintamu?" (@MissPaleeta)
"Tersimpan
kenangan berwarna biru, ungu, dan kelabu.. Seperti langit yg perlahan
bermendung, hatiku berpayung luka karenamu." (@MissPaleeta)
No comments:
Post a Comment