Saturday, 23 February 2013

Tuts Hitam Kita


Kehidupan seperti tuts pada piano: hitam dan putih.
Perpaduannya mampu menciptakan karya luar biasa yang memanjakan gendang telinga.
Suka dan duka pun demikian; membuat hidup menjadi luar biasa untuk dinikmati.
 Ada saatnya kita terpusat pada tuts putih.
Namun kita lebih sering berfokus pada tuts hitam: kesedihan.


"selamat petang, segala cinta yang (perlahan) menghilang. berhentilah mencoba saat hatimu menolaknya." (@puisiindojgj)

"aku mencintai segala airmata yang menari pada tiap dentang jam, dan segala kesedihan adalah irama paling merdu pada waktu." (@puisiindojgj)

"menarilah, sayang. pada alunan duka yang kita ciptakan. pada tiap ego yang kita keluarkan." (@puisiindojgj)

"dengan mencintaimu, aku belajar tentang ketabahan. yang menyelamatkanku dari kesedihan." (@puisiindojgj)

"dalam keterbatasan bahasa, aku mengucap bulir rindu melalui jejak-jejak kamu di mataku; meski yang tercetak hanya sebuah semu" (@kiramadhani)

"pada waktu aku menitipkan segala kesedihanku; agar kelak mencintaimu tak perlu airmata daripadaku." (@Anggarief)

"Kesedihan ini lebih menyedihkan dari senja dengan kelabu gelap, menyiratkan perpisahan hati yang tak terucap." (@krisdiyansari_)

"disepertiga senja segala airmata menampakkan segala kesedihannya. kemudian luka jatuh cinta pada airmata. (@Anggarief)

"adakah yang lebih tabah dari kesedihanku yang kau cerca pada tiap luka?" (@puisiindojgj)

"Dalam pejam mataku terbias pada retina bayangmu dengan raut kuyu, tersirat sebersit senyum pilu hantarkan hilang senja sendu" (@SicaPermata)

"menghilanglah, sementara airmataku mencari tempat terjatuh. biarkan kesedihanku menautkan segala waktu." (@puisiindojgj)

"adalah sebuah dusta yang sengaja dipaksakan: merelakanmu." (@kiramadhani)

"Ciumanmu sayang, obat segala kesedihan. Alasan segala rindu meradang." (@Anggarief)

"Hangat peluk tubuhmu kurindukan bukan dingin tatap matamu padaku, kasih." (@SicaPermata)

"Tak sanggup kubayangkan betapa kesepiannya langit tanpa pelukan pelangi. Seperti aku tanpamu. (@SicaPermata)

"Terbentang jalan bernama pilu menuju hatimu.Beribu sendu menguar di liku2.Bila duka sbg penghias rindu,haruskah ku mencintamu?" (@MissPaleeta)

"Tersimpan kenangan berwarna biru, ungu, dan kelabu.. Seperti langit yg perlahan bermendung, hatiku berpayung luka karenamu." (@MissPaleeta)


No comments:

Post a Comment