Sunday, 10 February 2013

senja manja


Di sebuah pagi yang terbuka lebar,
ada pintu langit yang membentang mengintip manja,
dengan mata sayu.
Sejenak ia bergumam
“Ada anak manusia yang dipilu rindu, di sana”
Matahari mengintip:
bermetamoforsa menjadi bayang senja.
Berwujud muka Tuan yang Puan rindukan, di sana.
Matahari tak lagi manja:
ia pasrah digusur senja yang berpulang.
Puan masih memanjakan rindunya yang larut bersama jingga.
Di sana:
Di sendu rindumu yang semakin manja.
- Fanbul, Juni 2012, digarap di buku catatannya bung Bagustian Iskandar -


diambil dari blog milik @fanbul
source: fanbul.tumblr.com 


No comments:

Post a Comment