Sunday, 10 February 2013

Aku, Cinta, dan Duka



Rabu, 6 Februari, 2013 – 20.30 di Djendelo Café – Waktunya ... “Aku, Cinta dan Duka” monolog!

Derai hujan menemani perjalanan ke Djendelo Café bersama teman-teman. Djendelo Café  adalah sebuah café diatas toko buku, suasananya sedikit temaram, dan adaspace untuk pementasan monolog di tengah-tengah café tsb.

Hot cappuccino dengan cookies diatasnya menemaniku menunggu pementasan monolog dimulai. Lantai tempat pementasan penuh dengan bunga dan wangi, apakah ada unsur mistis di dalam monolog ini? Pikirku...

Menunggu pementasannya, kenapa aku yang deg-deg’an ya? ... Mungkin ini kali pertama saya menonton monolog musikal atau karena lampu yang temaram dan wangian bunga-bunga...

Monolog dimulai,...

“Aku: Cinta dan Duka” ... monolog ini mengisahkan seorang gadis belia yang cantik bernama Ophelia dan kehidupannya yang dipenuhi oleh cinta, kebencian, konflik moral, intrik dan konspirasi.

Ophelia bergaun putih,  berbaring diatas kursi panjang dengan tangan di atas dada dan menggenggam bunga krisan, dan memperkenalkan dirinya melalui puisi :

Aku Ophelia,
Wahai sudah tahukah engkau betapa musim salju
Telah mengantarkan gigil masa mudaku
Menerpa tiap singkap gaun panjangku, menjangkau semampai tubuhku
Tubuh indahku
Betapa menjadi cantik adalah kutukan
Dan menjadi jelita adalah takdir kebinasaan

Ophelia adalah anak gadis cantik dan belia dari kepala penasihat raja Claudius, yaitu Polonius. Cinta, benci dan duka berseteru di dalam diri Ophelia. Dia mencintai Pangeran Hamlet, namun dia telah dicumbu oleh Raja Claudius. Ratu Gertrude marah mengetahuinya dan meminta Ophelia untuk menikah dengan anaknya, Pangeran Hamlet. Sepertinya ini adalah sebuah interpretasi baru atas cerita Hamlet karya William Shakespeare.

Dia sangat mencintai Pangeran Hamlet. Hamlet adalah seorang pangeran yang tampan dan gagah perkasa, dan dia mencintai Ophelia melebihi empat puluh ribu laki-laki. Namun cinta keduanya mendapat tentangan dari kakak laki-laki Ophelia, Laertes.

Pangeran Hamlet, lelaki yang dicintainya telah membunuh ayahnya dikarenakan
Hamlet marah karena mengetahui bahwa pembunuh ayahnya yang sebenarnya adalah pamannya sendiri Raja Claudius, yang mana telah menikahi ibundanya, Ratu Gertrude.

Ophelia, gadis muda yang cantik itu tenggelam ke dalam rasa cinta dan duka paling dalam di antara pertarungan antara kesedihan dan dendam.

That’s a wrap!

Tragis dan dramatis. Perebutan tahta kekuasaan sudah menjadi polemik sejak ratusan tahun yang lalu sampai dengan sekarang.

Aku tidak hafal semua puisi yang dibacakan, namun puisi-puisi dibacakan dalam rangkaian musik dan tarian tersebut sangat dalam sekali artinya.



Ada beberapa hal dan pertanyaan lucu mengenai pementasan monolog musikal ini

Chit Chat
 I : Neny (pemeran monolog) jadi apa ya di monolog nanti?
 J : Ophelia
 I : Wah bagus tuh untuk dijadikan nama anak

Yup, it was... tapi setelah tahu ceritanya harus berpikir ulang lagi >_<” hiks...

08:30PM - “SMS”
Q: Pi, cepetan kesini ya... ini baru mulai
P : OK
09:00PM – “SMS”
Q: Pi, lo dimana? Dah selesai euy...
P: Ciahh...kok cepet amat, sbenernya kalau kebagian pengen lihat, tapi kok cepet amat Q, katanya baru mulai?
Q: Iya, cuma 30 menit aja
P: He? Kirain lama...
Q: hehehe...kan bukan film bioskop, Pi
P: Ahaa.. habis pernah nonton teater di TTA Jkt lama beud smp ketiduran...
Q: hehehe... ini monolog boo... kalo sendirian yang tampil en ngomong di panggung bisa berbusa kalo lebih dari 1 jam J Bagus ini...“kebaca” kseluruhannya (walau ga pernah baca cerita aslinya atau lihat filmnya)

Hal lain yang unik adalah, ada lagu-puisi yang awalnya adalah ...”Darah muda...”
Do you know what it’s played in my mind?
Musik dan lagunya “Darah muda darahnya para remaja ...”
Yup... lagunya Bang Rhoma Irama!
Padahal lirik puisi yang dinyanyikan adalah “Darah muda menderas dalam tubuh ksatria” dengan nada yang mendayu romantic... tapi yang ada di pikiran aku adalah nada yang agak cepat, ya nada dangdut...
Untung langsung tersadar kalau ini adalah bukan monolog dengan lagu dangdut! J

So, that’s my first experience watching musical monolog. Very interesting!
Kalau ada lagi wajib nonton! Curious sama satu cerita di dalam monolog. (4L)

Beberapa Soundtracknya dapat diunduh di sini:

1. Prelude - Denmark
2. Ophelia
3. Takdir Jiwa
4. He's Dead and Gone
5. Aku: Cinta dan Duka


No comments:

Post a Comment