Rabu, 6 Februari,
2013 – 20.30 di Djendelo Café – Waktunya ... “Aku, Cinta dan Duka” monolog!
Derai
hujan menemani perjalanan ke Djendelo Café bersama teman-teman. Djendelo
Café adalah sebuah café diatas toko buku, suasananya sedikit
temaram, dan adaspace untuk pementasan monolog di tengah-tengah café tsb.
Hot
cappuccino dengan cookies diatasnya menemaniku menunggu
pementasan monolog dimulai. Lantai tempat pementasan penuh dengan bunga dan
wangi, apakah ada unsur mistis di dalam monolog ini? Pikirku...
Menunggu
pementasannya, kenapa aku yang deg-deg’an ya? ... Mungkin ini kali pertama saya
menonton monolog musikal atau karena lampu yang temaram dan wangian
bunga-bunga...
Monolog
dimulai,...
“Aku:
Cinta dan Duka” ... monolog ini mengisahkan seorang gadis belia yang cantik
bernama Ophelia dan kehidupannya yang dipenuhi oleh cinta, kebencian, konflik
moral, intrik dan konspirasi.
Ophelia
bergaun putih, berbaring diatas kursi panjang dengan tangan di atas
dada dan menggenggam bunga krisan, dan memperkenalkan dirinya melalui puisi :
Aku
Ophelia,
Wahai
sudah tahukah engkau betapa musim salju
Telah
mengantarkan gigil masa mudaku
Menerpa
tiap singkap gaun panjangku, menjangkau semampai tubuhku
Tubuh
indahku
Betapa
menjadi cantik adalah kutukan
Dan
menjadi jelita adalah takdir kebinasaan
Ophelia
adalah anak gadis cantik dan belia dari kepala penasihat raja Claudius, yaitu
Polonius. Cinta, benci dan duka berseteru di dalam diri Ophelia. Dia mencintai
Pangeran Hamlet, namun dia telah dicumbu oleh Raja Claudius. Ratu Gertrude
marah mengetahuinya dan meminta Ophelia untuk menikah dengan anaknya, Pangeran
Hamlet. Sepertinya ini adalah sebuah interpretasi baru atas cerita Hamlet karya
William Shakespeare.
Dia
sangat mencintai Pangeran Hamlet. Hamlet adalah seorang pangeran yang tampan
dan gagah perkasa, dan dia mencintai Ophelia melebihi empat puluh ribu
laki-laki. Namun cinta keduanya mendapat tentangan dari kakak laki-laki
Ophelia, Laertes.
Pangeran
Hamlet, lelaki yang dicintainya telah membunuh ayahnya dikarenakan
Hamlet
marah karena mengetahui bahwa pembunuh ayahnya yang sebenarnya adalah pamannya
sendiri Raja Claudius, yang mana telah menikahi ibundanya, Ratu Gertrude.
Ophelia,
gadis muda yang cantik itu tenggelam ke dalam rasa cinta dan duka paling dalam
di antara pertarungan antara kesedihan dan dendam.
That’s a
wrap!
Tragis
dan dramatis. Perebutan tahta kekuasaan sudah menjadi polemik sejak ratusan
tahun yang lalu sampai dengan sekarang.
Aku
tidak hafal semua puisi yang dibacakan, namun puisi-puisi dibacakan dalam
rangkaian musik dan tarian tersebut sangat dalam sekali artinya.
Ada
beberapa hal dan pertanyaan lucu mengenai pementasan monolog musikal ini
Chit
Chat
I
: Neny (pemeran monolog) jadi apa ya di monolog nanti?
J
: Ophelia
I
: Wah bagus tuh untuk dijadikan nama anak
Yup, it
was... tapi setelah tahu ceritanya harus berpikir ulang lagi >_<” hiks...
08:30PM
- “SMS”
Q: Pi,
cepetan kesini ya... ini baru mulai
P : OK
09:00PM
– “SMS”
Q: Pi,
lo dimana? Dah selesai euy...
P:
Ciahh...kok cepet amat, sbenernya kalau kebagian pengen lihat, tapi kok cepet
amat Q, katanya baru mulai?
Q: Iya,
cuma 30 menit aja
P: He?
Kirain lama...
Q:
hehehe...kan bukan film bioskop, Pi
P:
Ahaa.. habis pernah nonton teater di TTA Jkt lama beud smp ketiduran...
Q:
hehehe... ini monolog boo... kalo sendirian yang tampil en ngomong di panggung
bisa berbusa kalo lebih dari 1 jam J Bagus ini...“kebaca”
kseluruhannya (walau ga pernah baca cerita aslinya atau lihat filmnya)
Hal lain
yang unik adalah, ada lagu-puisi yang awalnya adalah ...”Darah muda...”
Do you
know what it’s played in my mind?
Musik
dan lagunya “Darah muda darahnya para remaja ...”
Yup...
lagunya Bang Rhoma Irama!
Padahal
lirik puisi yang dinyanyikan adalah “Darah muda menderas dalam tubuh ksatria”
dengan nada yang mendayu romantic... tapi yang ada di pikiran aku adalah
nada yang agak cepat, ya nada dangdut...
Untung langsung
tersadar kalau ini adalah bukan monolog dengan lagu dangdut! J
So,
that’s my first experience watching musical monolog. Very interesting!
Kalau
ada lagi wajib nonton! Curious sama satu cerita di dalam monolog.
(4L)
Beberapa Soundtracknya dapat diunduh di sini:
1. Prelude - Denmark
2. Ophelia
3. Takdir Jiwa
4. He's Dead and Gone
5. Aku: Cinta dan Duka
Beberapa Soundtracknya dapat diunduh di sini:
1. Prelude - Denmark
2. Ophelia
3. Takdir Jiwa
4. He's Dead and Gone
5. Aku: Cinta dan Duka
No comments:
Post a Comment