Kumpulan celotehan
teman-teman @puisiindojgj tentang hujan semalam yang dikumpulkan melalui
twitter dengan hastag #AkuAdalahHujan :
"Aku adalah hujan yang mencipta kamu bersama mentari, kamu adalah pelagi yang dipuja lagi dipuji." (@puisiindojgj)
"Aku adalah hujan, dari seutas doa yang tidak pernah kau rapalkan; jatuh, dan diabaikan" (@kiramadhani)
"Aku adalah hujan, yang jatuh pelan-pelan; dari matamu bersama segala doa." (@puisiindojgjg)
"Aku adalah hujan yang jatuh di pelataran bersama segala kenangan, kemudian menguap bersama segala kebencian." (@puisiindojgj)
"Aku adalah hujan yang menemanimu disaat malam. alasan rindumu menggigil kedinginan." (@puisiindojgj)
"Aku adalah hujan yang membasahi kenangan dan menumbuhkan harapan...walaupun kita hanya teman" (@tantokoyawo)
"Aku adalah hujan yang menemanimu dalam kesedihan lalu kau tinggalkan saat terang menjemputmu datang, kita hanya teman." (@briliandaimam)
"Aku adalah hujan yang selalu menemanimu saat kesepian dan memelukmu saat menggigil kedinginan" (@dvshkvn)
"Aku adalah hujan yang tidak pernah reda mengusikmu dikala keheningan, dengan bulir rindu yang tercetak di setiap kenangan" (@kiramadhani)
"Aku adalah hujan di padang gurunmu. Cepat menghilang dari hidupmu. Cepat terlupa dari ingatmu. Tapi tak pernah sia-sia, karena aku rela." (@krisdiyansari_)
"Aku adalah hujan yang menanti pelagi menjemputku saat aku reda nanti" (@yunikeayu)
"Aku adalah hujan yang memilih awan gelap untuk bersamaku dan membiarkan pelangi tertutup semu oleh awan gelap" (@yunikeayu)
"Aku adalah hujan yang terjebak tujuh jeda pada sebuah jingga yang janggal" (@kiramadhani)
"Aku adalah hujan yang menahanmu sendirian dalam kehilangan. Membawamu melebur dengan kenangan tentang aku dan kamu yang dulu disebut 'KITA'." (@abellaunaa)
"Aku adalah hujan yang mendekapmu dalam dinginnya dinding rindu dan kebasahan air mata dalam sebuah jarak yang terlalu membelenggu." (@abellaunaa)
"Jika aku adalah hujan, sebesar apa payung yang akan kau gunakan?" (@puisiindojgj)
"Aku adalah hujan yang kehilangan, tak mampu lagi membawa rindu yang acap kali kau titipkan." (@puisiindojgj)
"Aku adalah hujan yang sengaja hilang tuk sekedar memunculkan keindahan pelangi" (@OkkyGlenn)
"Aku adalah hujan yang menyimpan kenangan hangat yang kau rindu" (@kemalapr)
"Aku adalah hujan yang kau maki karena basahku, yang kau puja karena menahan ia bersamamu lebih lama untukmu." (@puisiindojgj)
"Kau adalah secarik kertas pengap harap, dan aku adalah hujan yang menghapusmu dari segala ingatan." (@puisiindojgj)
"Aku adalah hujan yang mencipta kamu bersama mentari, kamu adalah pelagi yang dipuja lagi dipuji." (@puisiindojgj)
"Aku adalah hujan, dari seutas doa yang tidak pernah kau rapalkan; jatuh, dan diabaikan" (@kiramadhani)
"Aku adalah hujan, yang jatuh pelan-pelan; dari matamu bersama segala doa." (@puisiindojgjg)
"Aku adalah hujan yang jatuh di pelataran bersama segala kenangan, kemudian menguap bersama segala kebencian." (@puisiindojgj)
"Aku adalah hujan yang menemanimu disaat malam. alasan rindumu menggigil kedinginan." (@puisiindojgj)
"Aku adalah hujan yang membasahi kenangan dan menumbuhkan harapan...walaupun kita hanya teman" (@tantokoyawo)
"Aku adalah hujan yang menemanimu dalam kesedihan lalu kau tinggalkan saat terang menjemputmu datang, kita hanya teman." (@briliandaimam)
"Aku adalah hujan yang selalu menemanimu saat kesepian dan memelukmu saat menggigil kedinginan" (@dvshkvn)
"Aku adalah hujan yang tidak pernah reda mengusikmu dikala keheningan, dengan bulir rindu yang tercetak di setiap kenangan" (@kiramadhani)
"Aku adalah hujan di padang gurunmu. Cepat menghilang dari hidupmu. Cepat terlupa dari ingatmu. Tapi tak pernah sia-sia, karena aku rela." (@krisdiyansari_)
"Aku adalah hujan yang menanti pelagi menjemputku saat aku reda nanti" (@yunikeayu)
"Aku adalah hujan yang memilih awan gelap untuk bersamaku dan membiarkan pelangi tertutup semu oleh awan gelap" (@yunikeayu)
"Aku adalah hujan yang terjebak tujuh jeda pada sebuah jingga yang janggal" (@kiramadhani)
"Aku adalah hujan yang menahanmu sendirian dalam kehilangan. Membawamu melebur dengan kenangan tentang aku dan kamu yang dulu disebut 'KITA'." (@abellaunaa)
"Aku adalah hujan yang mendekapmu dalam dinginnya dinding rindu dan kebasahan air mata dalam sebuah jarak yang terlalu membelenggu." (@abellaunaa)
"Jika aku adalah hujan, sebesar apa payung yang akan kau gunakan?" (@puisiindojgj)
"Aku adalah hujan yang kehilangan, tak mampu lagi membawa rindu yang acap kali kau titipkan." (@puisiindojgj)
"Aku adalah hujan yang sengaja hilang tuk sekedar memunculkan keindahan pelangi" (@OkkyGlenn)
"Aku adalah hujan yang menyimpan kenangan hangat yang kau rindu" (@kemalapr)
"Aku adalah hujan yang kau maki karena basahku, yang kau puja karena menahan ia bersamamu lebih lama untukmu." (@puisiindojgj)
"Kau adalah secarik kertas pengap harap, dan aku adalah hujan yang menghapusmu dari segala ingatan." (@puisiindojgj)
No comments:
Post a Comment