Thursday, 28 February 2013

Aku Kicau Kacau


Kacau1 a campur aduk (sehingga tidak terbeda-bedakan lagi); bancuh: kelompokkan surat-surat itu berdasarkan tanggal dan nomornya, jangan sampai --;2 a kusut (kalut) tidak keruan: pikirannya bertambah -- mendengar berita itu; 3 a rusuh; tidak aman; tidak tenteram: keadaan di negeri itu semakin --; 4 vbercampur aduk dng (tidak dibeda-bedakan dng); bertukar-tukar dng: pemakaian kata teras /téras/ kerap kali -- dng kata teras;
[KBBI Daring online] 





"Air hidupku sudah tenang, tapi hadirmu dalam kenangku membuatnya kacau" ~@puisiindojgj

"berbilang kacau adalah semesta. luruh dalam senyummu. lalu menghilang dalam tepisan waktu. mungkin kita binary 1 dan 0. tak bertemu?" ~@nenyish

"Hubungan kita seperti sinyal radio yang kacau, tak akan pernah jernih." ~@SicaPermata

"Aku bergeming melihat punggungmu yang semakin menjauh: kacau" ~@puisiindojgj

"Aku tak pernah mengenal kata kacau sebelumnya..ya! sebelum dirimu datang menyusupi hidupku dan berdiam di hatiku." ~@MissPaleeta

"Kau membuatku larut dalam kebahagiaan dan kau juga membuat kacau hatiku" ~@dodyprass2

"Hai. sedikit gila? mungkin. disaat itulah aku berusaha tersenyum dengan kekacauan ini. aku muak memikirkannya kacau" ~@joeanakbar

"kacau bukan selamanya kacau , sering kali kacau teringat engkau dan hubungan yg seakan mengigau, semu." ~@dvshkvn

"ketika engkau hanya mengganggap ini hanya wacana & melepasku, dimataku langit menjadi kacau , runtuh tak seindah kemarin" ~@sendyshahalam


Wednesday, 27 February 2013

Peluk


"Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari," kata Virginia Satir, seorang terapis keluarga.
Ya, sebuah pelukan dapat memiliki beribu arti yang bahkan tak mampu diungkapkan lewat kata-kata.


"serupa peluk yang kehilangan kehangatannya, cinta ini tak memiliki nama." ~@puisiindojgj

"peluk adalah satu dari sekian banyak cara menyakitkan untuk meninggalkan." ~@puisiindojgj

"mungkin dengan kehilangan, setiap peluk mampu membekas dalam ingatan." ~@puisiindojgj

"ini adalah peluk kesekian sebelum akhirnya aku akan kehilangan: kita." ~@Anggarief

"kapan aku mulai kehilangan? saat peluk ku tak lagi kau rindukan." ~@Anggarief

"mungkin Tuhan sengaja menciptakan sebuah peluk an, untuk menyelamatkan hati hati yang menangis sendirian." ~@Anggarief

"ialah #peluk, yang menabahkan rindu dalam pilu." ~@puisiindojgj

"sudah berapa banyak jarak dan waktu yang lebur oleh peluk dan airmata?" ~@Anggarief

"Dalam hujan yang menderas itu kita pernah berpelukan dalam kemarahan masing-masing" ~@Datudwija

"aku terlalu rindu peluk mu beserta hangatnya yang damai tanpa sadar kisah itu telah lama usai." ~@kemalapr 

"Alunan jazz yang manjakan gendang telingaku membawa anganku terbang ke dalam peluk bayangmu" ~@SicaPermata

"tolong peluk aku, peraslah rindu yang ada dalam raga yang kaku dan malu untuk berucap "aku rindu kamu" ~@Tantokoyawo 

"peluk sampai jumpa dipenghujung kenangan, diantara kamu dan aku, diantara 'kita' yang berlalu" ~@siskasiss

"bisa kamu katakan jika peluk itu mu masih membutuhkan aku? Itu yang aku rindu." ~@lalanovriani 

"Dalam gelapnya malam yang terpeluk oleh kesunyian. doa terucapkan diam-diam" ~@zulfikaremha

"kehangatan di tengah dinginnya malam...kuharap itu adalah peluk milikku untukmu yang disampaikan oleh angin." ~@Tantokoyawo  

"merengkuh tubuhmu dalam peluk kan bayangmu. Merintih pada jarak yang menjauhkan" ~@indahivo

"peluk khlasmu laksana surga bagiku. Murka mu adalah neraka bagiku. Ibu, teruslah dekap aku dalam gelapku" ~@zulfikaremha  

"Angin malam peluk ku erat. Hembuskan kabut senyap menerawang takdir antara aku dan dia. Sesakku dibuat terjaga" ~@indahivo

"peluklah aku dengan kelembutanmu di malam yg dingin ini dan sampaikan rinduku padanya" ~@dodyprass2 

"ketika aku tak lagi dapat merasakan hangatnya peluk mu dalam rindu, itu pasti saat kita menjadi abu abu" ~@kemalapr

"Ketika punggungmu menjauh dariku. Aku hanya berharap kau akan lari berbalik dan memelukku peluk" ~@Datudwija

"memang tak ada gunanya menyalahkan waktu, karena yang aku tau peluk mu sudah direngkuh semu." ~@lalanovriani 

"peluk aku dan jangan kau lepas, biarkan aku terperangkap dalam delusi malam ini..."@Tantokoyawo

"Peluk, hujan, dan omong kosong. Tak pernah sejujur ini aku berbohong." ~@Benidictivity

"Bu, anak gadismu ini butuh peluk kan mu" @zelvisanny 

"peluk terakhirmu itu terasa seperti penghancur angan yang nyatanya selalu kurindukan" ~@siskasiss

"peluk aku, jangan biarkan pacarmu tau...ini hanya kau dan aku" ~@Tantokoyawo 

"Walau cinta ini tanpa bahasa, rindu di peluk akan kenangan indah. Yakin pasti dirimu terasa" ~@indahivo

"Tak sanggup lg mrasakan nikmatnya dunia fana.Hanya nikmat sebuah peluk selimut mungil menuntunku tuk terpejam tanpa terjaga" ~@zulfikaremha

"Mungkin hanya peluk mu yang sejenak mampu menyamarkan detak jarum jam kala itu." ~@lalanovriani

"Kan ku peluk pagi bersama mentari ketika kau disisi.. Dan kan kusambut malam yg dingin ketika peluk mu tak lagi milikku" ~@amramdhann

"kubaca bahwa kenangan adalah masa lalu yang kau hidupi terus menerus tanpa harus kita peluk dia akan tetap hadir menyapamu." ~@pina_khio

"Datanglah padaku dan peluk lah aku di tengah kegelapan ini dan bercumbulah denganku" ~@dodyprass2

"Jarak selalu memisahkan kita. Peluk aku dalam doamu dan biarkan aku selalu mendekapmu dalam setiap doaku." ~@dvshkvn

"Bukan cincin yg mengikat kita,lingkaran peluk telah memenuhi janji membahagiakan jiwa menjadikan keluarga..ah,betapa bahagia ~@pina_khio  

"aku tersadar bahwa kau adalah harapan yang terlalu erat di peluk sehingga menimbulkan imajinasi yang terlalu muluk ~@kemalapr

"Rasanya tak ingin pergi, berusaha terjaga, meski peluk mu tak padaku. Senyuman saja sudah memuaskanku" ~@indahivo

"duri perlu kau peluk jika tubuhmu teracuni nanah kesedihan yang harus dikoyak hingga menetes habis meski serupa air mata." ~@pina_khio

"kegelapan jika dipeluk jadi titik-titik matahari yang melukiskan harapan..maka kelam ini hanya fana,akan terang pada akhirnya" ~@pina_khio

"Tersenyumlah dan peluk aku hilangkan semua bebanmu" ~@dodyprass2  

"dalam peluk mu yg tak pernah aku tahu..hanya fatamorgana dan ilusi mendekapku" ~@linggo_

"peluk seribu kata puisiku. Torehan pena menuliskan serba serbi tentangmu tak beralasan. Menjanjikan harapan disetiap judulnya" ~@indahivo


Saturday, 23 February 2013

Tuts Hitam Kita


Kehidupan seperti tuts pada piano: hitam dan putih.
Perpaduannya mampu menciptakan karya luar biasa yang memanjakan gendang telinga.
Suka dan duka pun demikian; membuat hidup menjadi luar biasa untuk dinikmati.
 Ada saatnya kita terpusat pada tuts putih.
Namun kita lebih sering berfokus pada tuts hitam: kesedihan.


"selamat petang, segala cinta yang (perlahan) menghilang. berhentilah mencoba saat hatimu menolaknya." (@puisiindojgj)

"aku mencintai segala airmata yang menari pada tiap dentang jam, dan segala kesedihan adalah irama paling merdu pada waktu." (@puisiindojgj)

"menarilah, sayang. pada alunan duka yang kita ciptakan. pada tiap ego yang kita keluarkan." (@puisiindojgj)

"dengan mencintaimu, aku belajar tentang ketabahan. yang menyelamatkanku dari kesedihan." (@puisiindojgj)

"dalam keterbatasan bahasa, aku mengucap bulir rindu melalui jejak-jejak kamu di mataku; meski yang tercetak hanya sebuah semu" (@kiramadhani)

"pada waktu aku menitipkan segala kesedihanku; agar kelak mencintaimu tak perlu airmata daripadaku." (@Anggarief)

"Kesedihan ini lebih menyedihkan dari senja dengan kelabu gelap, menyiratkan perpisahan hati yang tak terucap." (@krisdiyansari_)

"disepertiga senja segala airmata menampakkan segala kesedihannya. kemudian luka jatuh cinta pada airmata. (@Anggarief)

"adakah yang lebih tabah dari kesedihanku yang kau cerca pada tiap luka?" (@puisiindojgj)

"Dalam pejam mataku terbias pada retina bayangmu dengan raut kuyu, tersirat sebersit senyum pilu hantarkan hilang senja sendu" (@SicaPermata)

"menghilanglah, sementara airmataku mencari tempat terjatuh. biarkan kesedihanku menautkan segala waktu." (@puisiindojgj)

"adalah sebuah dusta yang sengaja dipaksakan: merelakanmu." (@kiramadhani)

"Ciumanmu sayang, obat segala kesedihan. Alasan segala rindu meradang." (@Anggarief)

"Hangat peluk tubuhmu kurindukan bukan dingin tatap matamu padaku, kasih." (@SicaPermata)

"Tak sanggup kubayangkan betapa kesepiannya langit tanpa pelukan pelangi. Seperti aku tanpamu. (@SicaPermata)

"Terbentang jalan bernama pilu menuju hatimu.Beribu sendu menguar di liku2.Bila duka sbg penghias rindu,haruskah ku mencintamu?" (@MissPaleeta)

"Tersimpan kenangan berwarna biru, ungu, dan kelabu.. Seperti langit yg perlahan bermendung, hatiku berpayung luka karenamu." (@MissPaleeta)


Friday, 22 February 2013

Untuk Siapa Rindu Ini



Bangun tidur dengan luapan rindu
yang tak kutahu untuk siapa
membuat pagi ini mendung.

Rindu bukan alasan untuk sendu
katamu

Pagiku mendung dan sendu
Karna tak tahu untuk siapa rinduku

Bukankah rindumu untukku?
Atau dia yg selalu ada di hatimu?

Untukmu?
Ah ya, mungkin.
Tapi mungkin untuknya.
Mungkin bukan untuk siapa-siapa

Yogyakarta, 20 Februari 2013


Thursday, 21 February 2013

Lupakan Hujan



 oleh: @puisiindojgj@SicaPermata@MissPaleeta@Kusas_RRI

Dalam gelap malam aku bersujud
acuhkan tetes hujan yang basahi tubuh

lembar demi lembar kenangan tentangmu
luruh dalam rinainya
berharap hanyut dengan arusnya

Andai hujan tak hanya memeluk tubuhku
Andai dibekukannya hatiku,
hingga tak perlu lagi ada cinta
yang mengoyak sendu

aku lelah dengan cinta,
aku menyerah pada kenangan,
aku pasrahkan semua dalam malam
yang turunkan hujan
'tuk koyakkan masa lalu

Pulau Twit, 20 Februari 2013

Kerinduanku


Manusia memiliki otak untuk mengingat segala kenangan,
pun memiliki hati untuk merasakan segala kerinduan



"ada banyak kerinduanku yang sibuk mencari-cari alasan. tapi merindukanmu belum dilarang, kan?" (@kiramadhani)

"aku tidak ingin kamu tahu kerinduanku jika itu akan merentangkan kita yang sudah ada." (@lalanovriani)

 "Kerinduanku adalah rasa penasaran yang lekat dalam ingatan." (@kiramadhani)

"Ada jejak jejak yang sengaja kupalsukan untuk menyembunyikan kerinduanku yang masih ingin menguak rindu-rindu penasaran." (@kiramadhani)

"Luka boleh saja membuatku menjadi lemah, tetapi kerinduanku tidak lantas menjadi jengah." (@kiramadhani) 

"Bukan aku lelah dengan kerinduanku, aku ingin mengajakmu atau kamu tidak berniat merubahnya menjadi kerinduan kita?" (@lalanovriani)

"Kerinduanku tak bernyawa, mengabdi pada satu nama, menghambat setiap hembusan nafas, merajut cinta yang fana" (@indahivo)

"Kerinduanku: secangkir rasa penasaran dan sekelumit penyesalan yang menggema di dinding hatiku,memberontak minta dilepaskan." (@kiramadhani)

"ini aku, kerinduanku semua milikku dan hanya untukmu, tanpa kamu tahu." (@lalanovriani)

"kepada kerinduanku yang enggan beranjak dari kekalnya namamu; meski kini kamu telah mengekalkan nama dia." (@kiramadhani)

"Kerinduanku adalah ketika aku mengusahakan bertemu tapi kamu malah menganggapnya semu dan jenuh." (@CurhatIndoJGJ)

"Kerinduanku seperti halnya rumah, berpetualang kepenjuru dunia yg akhirnya kembali ke orang yg sama." (@siskasiss)

"enggan beralasan jika menyangkut kerinduanku. Melawan argumen bertahan namun membabat habis semua pertahanan hatiku" (@indahivo)

"malamnya sayu, melelapkan segala mata kerinduanku. Merebahkan segala raga melumpuhkan seluruh hati yang bisu" (@indahivo)

"kulompati setiap jarak, hantarkan kerinduanku pada sang malaikat, waktu tak mampu mempertemukan maka hanya sebatas penantian" (@indahivo)

"Kerinduanku adalah ketika malam berjalan melambat dan pagi seolah menjauh" (@Datudwija)

"Kepada kamu, mimpiku adalah kau membalas kerinduanku supaya rindu ini tak hanya menjadi kenangan yang tenggalam dalam dingin hujan" (@veronicaahui)

"jika membahas kerinduanku degub jantukku langsung ber-irama kamu kamu kamu kamu kamu kamu selalu" (@Tantokoyawo)

"Kerinduanku ini datang, berharap untuk kau balas. Sayangnya untuk sekedar memandangku saja kau tak pernah, apalagi membalas" (@veronicaahui)

"Kerinduanku adalah bulir-bulir bening dipelupuk mata. Ingin rasanya aku teteskan dan kau yang menghapusnya." (@veronicaahui)

"buku-buku jariku mulai biru, menahan setiap kerinduanku yang tertinggal. Ke hati yang mana lagi mesti aku kirimkan?" (@damfs)

"diantara rasa bosan dan rasa penasaran, kerinduanku yang mana lagi kah yang pura-pura tidak kau ketahui?" (@kiramadhani)

"diatas ranjang sepi, kerinduanku menggelinjang kesakitan. mungkin ia butuh sebuah pelukan." (@puisiindojgj)

"Kamu adalah sebab dari segala sembab. Sementara kerinduanku menghilang dalam kerjap." (@Anggarief)

"Kerinduanku sudah seperti paku di hatiku yang membuat raga menjadi kaku hingga akhirnya aku tau cintaku itu kamu" (@Tantokoyawo)

"jika mencintaimu hanyalah tentang menang dan kalah, maka segala kerinduanku lah alasan segala jengah." (@puisiindojgj)

"kepada kerinduanku yang tidak mengenal kata kalah, meski pahitnya begitu perih menahan sebah." (@kiramadhani)

"inilah kamu; yang menjadi candu pada tiap waktu, yang menari-nari diatas segala kerinduanku" (@puisiindojgj)

"aku memeluk kerinduanku yang mulai membiru dengan telapak tangan yang remuk; sembari luka masih fasih mengeja kata kehilangan" (@kiramadhani)

"Kamu akan segera pergi tinggalkan aku dan kerinduanku tanpa memberi kesempatan untukku sentuh hatimu" (@sicapermata)

"Memelukmu melepas kerinduanku tanpa mencumbu bibir ranummu adalah caraku untuk bilang "aku masih cinta kamu" " (@Tantokoyawo)

"Parasmu adalah mimpiku, lekuk tubuhmu adalah canduku, ciummu adalah racunku, nafasmu adalah kerinduanku" (@KuSas_RRI)

"Lautan tinta pun tidak cukup untuk menuliskan #kerinduanku akan hadirnya dirimu kembali" (@Tantokoyawo)

"Bertemu denganmu tidak dapat mengobati #kerinduanku dan maaf kamu adalah candu" (@Tantokoyawo)

"Haruskah kusampaikan kerinduanku padanya? Lewat angin. Lewat pujian. Lewat doa." (@amramdhan)

"Kerinduanku bermuara pada jeda yang tertulis di jelaga aksara pada buku-buku kita, sayang." (@kiramadhani)

"Jadi aku hanya mengambil kesimpulan memilih jalan yang terbaik dari yang terbaik untuk merindukanmu: kerinduanku" (@joeanakbar)

"Kamu adalah kerinduanku yang abadi, yang melebur bersama udara yang kuhirup." (@SicaPermata)

"aku hanya bisa termangu dalam rindu. Pelukan yg bergelayut di tubuhmu itu, memisah hati yg harusnya satu: kerinduanku" (@DeschaVyana)

"Ketika hujan datang, kerinduanku meradang, sayangnya rindu ini tak dapat kusampaikan. Aku hanya mampu berdoa kepada Tuhan" (@veronicaahui)

"Kerinduanku padamu sungguh nyata, walau kamu hanya ilusi dan delusiku." (@SicaPermata)

"Kerinduanku sudah aku titipkan pada hujan sore tadi. Sayang, kamu memilih menghindar. Rinduku terlantar." (@damfs)

"Kerinduanku adalah candu bagi luka yang menganga daripadamu. Kamu." (@puisiindojgj)

"Kita bersama meleburkan sesal. merangkai mimpi dalam dekap kerinduanku. biarkan semesta memangkas habis jarak. kita. kelak. satu." (@nilaayu)

"Jika kamu merasakan hangat di dalam hati, mungkin itu kerinduanku padamu yang aku titipkan kepada Tuhan." (@nilaayu)

"Kamu tempat bermuara segala kerinduanku tanpa perlu kamu balas." (@puisiindojgj)

"Sajak kerinduanku tlah kudengungkan, lagu harapanku tlah kunyanyikan, tapi kenapa negeri ini seolah tertidur tak hiraukannya?" (@amramdhan)


Tuesday, 19 February 2013

Mimpiku


"Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia ..." begitulah cuplikan lirik lagu Laskar Pelangi.
Benar, mimpi memang kunci kita untuk bisa maju (atau berhenti di tempat).
Kita pasti memiliki mimpi tentang kebahagaiaan, tentang masa depan, tentang apa pun dan siapa pun.
Di sini, mari berbagi mimpimu, mimpiku, mimpi kita:

"Selama aku masih bernafas, kamu mimpiku yang akan selalu berusaha kuraih" (@puisiindojgj)

"Kau tak paham mimpiku sampai kuletakkan mimpi itu di hadapmu bersamaku" (@SicaPermata)

"Mimpiku pun dicuri sang penunggu hati lalu di pupuskan lah di hadapan pagi." (@dvshkvn)

"Mimpiku bukan untuk mengenalmu, tetapi untuk menemanimu hidup bersama :)" (@dvshkvn)

"Aku, kamu, kita, cinta, selamanya. Semoga tak sekedar mimpiku" (@dvshkvn)

"Mimpiku tak akan pernah sirna karena caci, maki, atau benci. Hanya dapat sirna karena MATI." (@dvshkvn)

"Mungkin ini jalan terbaik atau terburuknya. tetap memimpikan walau harus mengalaminya kembali mimpiku" (@joeanakbar)

"Bolehkah sekali saja aku yang hadir di mimpimu? Selama ini selalu kau yang datang dalam mimpiku" (@SicaPermata)

"Mimpiku tak sekedar imajiku. Mimpiku adalah jalan setapak di depanku yang harus aku lalui dengan sabar dan hati-hati." (@SicaPermata)

"Mimpiku bersamamu denganmu bahagiaku bahagiamu untukku untukmu kau harus tahu itu" (@Tantokoyawo)

"Mimpiku, mimpimu, mimpi kita semua. INDONESIA penuh cinta, jauh dari narkoba dan para wakil rakyat yang beriman kuat" (@dvshkvn)

"Mimpiku, rinduku, dan doaku selalu menyertai setiap langkah hidupmu." (@dvshkvn)

"Mimpiku semua tercapai berkat doa dan restumu, Ayah" (@dvshkvn)

"Kamu bertanya tentang mimpiku, setelah kamu tahu, kau remas mimpi itu dan kau pecahkan menjadi kepingan. (@veronicaahui)

"Kan kubiarkan kau menjadi mimpiku, walau tak akan pernah terwujud" (@SicaPermata)

"Penantianku berujung dengan kamu dengan aku dan itu adalah mimpiku yang terus ku rajut. (@Tantokoyawo)

"Tertidur untuk bertemu dan bahagia bersamamu di dalam mimpiku ya...cuma mimpi..." (@Tantokoyawo)

"Mimpiku terbang terlalu tinggi hingga ia tak terlihat lagi dan kemudian hilang ditelan anganmu yang jauh lebih besar." (@bidarakailas)

"Mimpiku  telah jatuh jauh menusuk ke dlm bumi & semakin kau injak (lagi). Namun tak pernah kusesalkan dan akan selalu ku untai" (@dvshkvn)

"Mimpiku belum tentu mimpimu. Oleh sebab itu aku tak terlalu berharap. Tapi hanya untuk sekedar bermimpi, boleh saja kan?" (@bidarakailas)

"Ingin kubasuh mimpiku dari percik noda kenanganku bersamamu." (@amramdhan)

"Kamu.. aku.. Mimpimu.. bukan #mimpiku.. tak sejalan.. Tak bisa dipaksakan.. Berakhir.. (@amramdhan)


Thursday, 14 February 2013

Kepada Kenangan


Kenangan adalah hal yang sudah lewat, namun tak mungkin kita lupakan.
Kenangan adalah tempat terjauh yang selalu ingin kita datangi kembali, namun tak mungkin.
Kita hanya mampu berceloteh apa pun kepada kenangan itu, supaya kenangan tetap menjadi kenangan:

"Kepada kenangan kurasakan hangatnya pelukan, bukan pasangan, hanya persahabatan" (@Tantokoyawo)

"Kepada kenangan kusunggingkan senyum perpisahan.. kepada harapan kupanjatkan doa.. Kepada cinta kubentangkan tangan menyambut" (@amramdhan)

"Aku menyerahkan diriku kepada kenangan agar bisa terjebak dan perlahan menghilang bersama ingatan" (@Tantokoyawo)

"Kepada kenangan, bungkus rapat masa lalu kita. Membuangnya? Itu lebih baik demi masa depan kita bersama pasangan hidup kita nanti" (@zelvisanny)

"kuingin bertanya kepada kenangan masihkah kau bertanya kepada waktu?? 'Kapan memori itu akan berpaling dariku' " (@amramdhan)

"Kepada kenangan, aku sayang kamu. Dari kenanganmu." (@SicaPermata)

"Kepada kenangan, kamu adalah apa yang aku benci pada pagi, seperti sisa ampas kopi, mengendap pada cangkir harapan kini. (@Anggarief)

"Kepada kenangan aku mulai menyusun puzzle hidupku bersama yang lain namun aku kehilangan susunan intinya: kamu. (@zelvisanny)

"disegala dingin pagi, aku kasihan kepada kenangan yang menggigil sendirian. merindukan pelukan lagi kehilangan." (@Anggarief)

"dalam terpejam, bola mataku masih tertuju kepada kenangan akan gores senyum di bibir tipismu nan manis :)" (@SicaPermata)

"Kepada kenangan dengan lantang ku berteriak: Pergilah! Menjauhlah! Hilanglah! Yes, I forgive you, forget you, and I let you go!" (@kulopungky)

"Kepada kenangan, jika suatu saat kamu melihatku dengannya, bukan berarti dia lebih hebat, hanya kamu tidak cukup berani berjalan di sisiku." (@nilaayu)

"Kepada kenangan aku hanya bisa memaafkanmu, bukannya memanfaatkanmu, itu juga jika sesuatu terjadi di luar kendali." (@nilaayu)

"Kepada kenangan kuterbangkan sukmaku merasuk ke dalam asa menembus raga bertemu bayang indahmu." (@SicaPermata)

"Kepada kenangan kah kuharus merayu?? Ketika mentari pagi tak mampu lagi menghangatkan hatiku yang beku" (@amramdhan)

"aku menitipkan segala cinta kepada kenangan, agar kelak ketika ia terlupakan, cintaku menghilang bersama segala ingatan." (@Anggarief)

"Kepada kenangan yang tumbuh karena hujan...aku masih bertahan dibawah pohon kesepian, menunggu buah harapan..." (@Tantokoyawo)

"inilah senja, sayang. tempat segala ingatan bersemayam. muasal rindu kepada kenangan." (@puisiindojgj)

"Kepada kenangan yang hadir di sela kesepian, saat temaram wajahmu begitu samar terlupakan" (@kiramadhani)

"Kepada kenangan aku titipkan segala kerinduan, nyanyian yang biasa hujan dendangkan tentang ketabahan." (@puisiindojgj)

"segala rindu yang tercipta pada rintik hujan, kepada kenangan lah tempat kembali segala elegi." (@puisiindojgj)

"mungkin semua janji itu memang kau tujukan kepada kenangan sejak awal, bukan kepada kenyataan. Mungkin. (@kemalapr)

"Kepada kenangan jangan pernah engkau melepas belenggu yang aku tancapkan dalam palung imajinasi" (@OkkyGlenn)

"Kepada kenangan anda dicari oleh pasangan yang saling merindu namun tak satu pun berani mengungkapkan" (@Tantokoyawo)

"ditulis oleh kesendirian, dikirim oleh harapan, ditujukan kepada kenangan rangkaian perjalanan yang harus selalu diperjuangkan" (@pina_khio)

"rindu membuat kerongkongan tercekat dan airmata bergulir kepada kenangan akhirnya aku berlari mengais hadirmu di alam mimpi." (@pina_khio)

"Kepada kenangan tolong koyak sepi ini agar dapat kau temani aku meski dalam kefanaan saja" (@pina_khio)

"Kepada kenangan kuletakkan seluruh kita yang pernah terlukis dalam kanvas bertemakan masa lalu." (@kiramadhani)

"sekali lagi menyerah kepada kenangan yang setia duduk dalam diam menanti amarah yg meredam, hingga berlalu semua dendam." (@imanoors)

"Kepada kenangan yang masih lebih fasih menyeduh sendu daripada menyembuh pilu; itu kamu." (@kiramadhani)

"Doaku mengalir deras kala senja ini, senja yang anggun dan manis seperti senyummu. Rindu. Kepada hujan, kepada kenangan kutitipkan" (@kulopungky)

"Kepada kenangan kamu pikir kamu siapa memenuhi setiap lekuk ingatan dan menjadi salah satu yang aku pinta saat merapal doa.(@lalanovriani)

"segala yang hilang, hanya hilang. Kepada kenangan lah segala kerinduan akan berpulang." (@puisiindojgj)

"Kepada kenangan, terimakasih telah memberiku sedikit lagi kesempatan mengenangmu dalam-dalam. mendoakanmu disepertiga malam, diam-diam." (@puisiindojgj)

"Kepada kenangan yang kini hilang meski meninggalkan jejak, yang terhapus meski meninggalkan bekas" (@i_winaa)

"Kepada kenangan yang kini biasa kusebut mantan gebetan, bolehkah aku bilang "balikan" walaupun kita belom jadian?" (@Tantokoyawo)

"Bahkan mendung juga merenung, membawaku pada kisah lalu tanpa ujung: kepada kenangan" (@anjanisiswo)

"Kepada kenangan, Kenapa berjalan di belakang? berjalanlah disampingku saja, peluk aku." (@Datudwija)

"Ada yg tak pernah pergi.Tersembunyi dibalik anyaman hujan, dibalik patahan waktu. Kepada kenangan" (@cuthang)

"Berusaha tidak memikirkannya tapi terkadang aku mencoba merindukannya: kepada kenangan" (@joeanakbar)

"Ada yang tak pernah pergi. Tersembunyi di balik anyaman hujan, di balik patahan waktu." (@cuthang)

"Kepada kenangan, aku menyimpanmu di lapisan hatiku yang paling dalam, supaya aku tak selalu mengingatmu dan jg tak kehilanganmu" (@veronicaahui)

"Kepada kenangan: dia tak akan pernah bangun ketika kau tak mengusiknya" (@Datudwija)

"kutitipkan rindu yang tak tersampaikan bersama penantian yang tak jua membuat kita dipersatukan" (@rinshereen)

"Kepada kenangan milyaran pengharapan telah kuletakkan, ku kokohkan, ku tancapkan di sepanjang jalan penantian" (@dvshkvn)

"Aku berdusta pada hujan, dan kepada kenangan tentang rasa-rasa penasaran yang membuncah mengiringi keluku" (@kiramdhani)

"Kepada kenangan ku tersayang, dengan mengingatmu aku belajar tentang ketabahan." (@anggarief)

"Kepada kenangan, kita berbicara alasan putih cinta kasih memberi kehangatan dalam sandaran pelukan kenyamanan." (@dvshkvn)

"Kepada kenangan yang sibuk mengepal genggam, disebuah sudut yang justru menyimpan sesal" (@kiramdhani)

"Kepada kenangan aku bersemayam diantara lautan luka dan tawa." (@dvshkvn)

"Kepada kenangan yang hingga kini tak kunjung habis dimakan waktu, lewat rintik hujan ini kusampaikan, aku merindumu." (@bidarakailas)


Wednesday, 13 February 2013

Aku Adalah Hujan


Kumpulan celotehan teman-teman @puisiindojgj tentang hujan semalam yang dikumpulkan melalui twitter dengan hastag #AkuAdalahHujan :

"Aku adalah hujan yang mencipta kamu bersama mentari, kamu adalah pelagi yang dipuja lagi dipuji." (@puisiindojgj)

"Aku adalah hujan, dari seutas doa yang tidak pernah kau rapalkan; jatuh, dan diabaikan" (@kiramadhani)

"Aku adalah hujan, yang jatuh pelan-pelan; dari matamu bersama segala doa." (@puisiindojgjg)

"Aku adalah hujan yang jatuh di pelataran bersama segala kenangan, kemudian menguap bersama segala kebencian." (@puisiindojgj)

"Aku adalah hujan yang menemanimu disaat malam. alasan rindumu menggigil kedinginan." (@puisiindojgj)

"Aku adalah hujan yang membasahi kenangan dan menumbuhkan harapan...walaupun kita hanya teman" (@tantokoyawo)

"Aku adalah hujan yang menemanimu dalam kesedihan lalu kau tinggalkan saat terang menjemputmu datang, kita hanya teman." (@briliandaimam)

"Aku adalah hujan yang selalu menemanimu saat kesepian dan memelukmu saat menggigil kedinginan" (@dvshkvn)

"Aku adalah hujan  yang tidak pernah reda mengusikmu dikala keheningan, dengan bulir rindu yang tercetak di setiap kenangan" (@kiramadhani)

"Aku adalah hujan di padang gurunmu. Cepat menghilang dari hidupmu. Cepat terlupa dari ingatmu. Tapi tak pernah sia-sia, karena aku rela." (@krisdiyansari_)

"Aku adalah hujan yang menanti pelagi menjemputku saat aku reda nanti" (@yunikeayu)

"Aku adalah hujan yang memilih awan gelap untuk bersamaku dan membiarkan pelangi tertutup semu oleh awan gelap" (@yunikeayu)

"Aku adalah hujan yang terjebak tujuh jeda pada sebuah jingga yang janggal" (@kiramadhani)

"Aku adalah hujan yang menahanmu sendirian dalam kehilangan. Membawamu melebur dengan kenangan tentang aku dan kamu yang dulu disebut 'KITA'." (@abellaunaa)

"Aku adalah hujan yang mendekapmu dalam dinginnya dinding rindu dan kebasahan air mata dalam sebuah jarak yang terlalu membelenggu." (@abellaunaa)

"Jika aku adalah hujan, sebesar apa payung yang akan kau gunakan?" (@puisiindojgj)

"Aku adalah hujan yang kehilangan, tak mampu lagi membawa rindu yang acap kali kau titipkan." (@puisiindojgj)

"Aku adalah hujan yang sengaja hilang tuk sekedar memunculkan keindahan pelangi" (@OkkyGlenn)

"Aku adalah hujan yang menyimpan kenangan hangat yang kau rindu" (@kemalapr)

"Aku adalah hujan yang kau maki karena basahku, yang kau puja karena menahan ia bersamamu lebih lama untukmu." (@puisiindojgj)

"Kau adalah secarik kertas pengap harap, dan aku adalah hujan yang menghapusmu dari segala ingatan." (@puisiindojgj)


Sunday, 10 February 2013

senja manja


Di sebuah pagi yang terbuka lebar,
ada pintu langit yang membentang mengintip manja,
dengan mata sayu.
Sejenak ia bergumam
“Ada anak manusia yang dipilu rindu, di sana”
Matahari mengintip:
bermetamoforsa menjadi bayang senja.
Berwujud muka Tuan yang Puan rindukan, di sana.
Matahari tak lagi manja:
ia pasrah digusur senja yang berpulang.
Puan masih memanjakan rindunya yang larut bersama jingga.
Di sana:
Di sendu rindumu yang semakin manja.
- Fanbul, Juni 2012, digarap di buku catatannya bung Bagustian Iskandar -


diambil dari blog milik @fanbul
source: fanbul.tumblr.com 


Aku, Cinta, dan Duka



Rabu, 6 Februari, 2013 – 20.30 di Djendelo Café – Waktunya ... “Aku, Cinta dan Duka” monolog!

Derai hujan menemani perjalanan ke Djendelo Café bersama teman-teman. Djendelo Café  adalah sebuah café diatas toko buku, suasananya sedikit temaram, dan adaspace untuk pementasan monolog di tengah-tengah café tsb.

Hot cappuccino dengan cookies diatasnya menemaniku menunggu pementasan monolog dimulai. Lantai tempat pementasan penuh dengan bunga dan wangi, apakah ada unsur mistis di dalam monolog ini? Pikirku...

Menunggu pementasannya, kenapa aku yang deg-deg’an ya? ... Mungkin ini kali pertama saya menonton monolog musikal atau karena lampu yang temaram dan wangian bunga-bunga...

Monolog dimulai,...

“Aku: Cinta dan Duka” ... monolog ini mengisahkan seorang gadis belia yang cantik bernama Ophelia dan kehidupannya yang dipenuhi oleh cinta, kebencian, konflik moral, intrik dan konspirasi.

Ophelia bergaun putih,  berbaring diatas kursi panjang dengan tangan di atas dada dan menggenggam bunga krisan, dan memperkenalkan dirinya melalui puisi :

Aku Ophelia,
Wahai sudah tahukah engkau betapa musim salju
Telah mengantarkan gigil masa mudaku
Menerpa tiap singkap gaun panjangku, menjangkau semampai tubuhku
Tubuh indahku
Betapa menjadi cantik adalah kutukan
Dan menjadi jelita adalah takdir kebinasaan

Ophelia adalah anak gadis cantik dan belia dari kepala penasihat raja Claudius, yaitu Polonius. Cinta, benci dan duka berseteru di dalam diri Ophelia. Dia mencintai Pangeran Hamlet, namun dia telah dicumbu oleh Raja Claudius. Ratu Gertrude marah mengetahuinya dan meminta Ophelia untuk menikah dengan anaknya, Pangeran Hamlet. Sepertinya ini adalah sebuah interpretasi baru atas cerita Hamlet karya William Shakespeare.

Dia sangat mencintai Pangeran Hamlet. Hamlet adalah seorang pangeran yang tampan dan gagah perkasa, dan dia mencintai Ophelia melebihi empat puluh ribu laki-laki. Namun cinta keduanya mendapat tentangan dari kakak laki-laki Ophelia, Laertes.

Pangeran Hamlet, lelaki yang dicintainya telah membunuh ayahnya dikarenakan
Hamlet marah karena mengetahui bahwa pembunuh ayahnya yang sebenarnya adalah pamannya sendiri Raja Claudius, yang mana telah menikahi ibundanya, Ratu Gertrude.

Ophelia, gadis muda yang cantik itu tenggelam ke dalam rasa cinta dan duka paling dalam di antara pertarungan antara kesedihan dan dendam.

That’s a wrap!

Tragis dan dramatis. Perebutan tahta kekuasaan sudah menjadi polemik sejak ratusan tahun yang lalu sampai dengan sekarang.

Aku tidak hafal semua puisi yang dibacakan, namun puisi-puisi dibacakan dalam rangkaian musik dan tarian tersebut sangat dalam sekali artinya.



Ada beberapa hal dan pertanyaan lucu mengenai pementasan monolog musikal ini

Chit Chat
 I : Neny (pemeran monolog) jadi apa ya di monolog nanti?
 J : Ophelia
 I : Wah bagus tuh untuk dijadikan nama anak

Yup, it was... tapi setelah tahu ceritanya harus berpikir ulang lagi >_<” hiks...

08:30PM - “SMS”
Q: Pi, cepetan kesini ya... ini baru mulai
P : OK
09:00PM – “SMS”
Q: Pi, lo dimana? Dah selesai euy...
P: Ciahh...kok cepet amat, sbenernya kalau kebagian pengen lihat, tapi kok cepet amat Q, katanya baru mulai?
Q: Iya, cuma 30 menit aja
P: He? Kirain lama...
Q: hehehe...kan bukan film bioskop, Pi
P: Ahaa.. habis pernah nonton teater di TTA Jkt lama beud smp ketiduran...
Q: hehehe... ini monolog boo... kalo sendirian yang tampil en ngomong di panggung bisa berbusa kalo lebih dari 1 jam J Bagus ini...“kebaca” kseluruhannya (walau ga pernah baca cerita aslinya atau lihat filmnya)

Hal lain yang unik adalah, ada lagu-puisi yang awalnya adalah ...”Darah muda...”
Do you know what it’s played in my mind?
Musik dan lagunya “Darah muda darahnya para remaja ...”
Yup... lagunya Bang Rhoma Irama!
Padahal lirik puisi yang dinyanyikan adalah “Darah muda menderas dalam tubuh ksatria” dengan nada yang mendayu romantic... tapi yang ada di pikiran aku adalah nada yang agak cepat, ya nada dangdut...
Untung langsung tersadar kalau ini adalah bukan monolog dengan lagu dangdut! J

So, that’s my first experience watching musical monolog. Very interesting!
Kalau ada lagi wajib nonton! Curious sama satu cerita di dalam monolog. (4L)

Beberapa Soundtracknya dapat diunduh di sini:

1. Prelude - Denmark
2. Ophelia
3. Takdir Jiwa
4. He's Dead and Gone
5. Aku: Cinta dan Duka


ini cerita tentang kita


itu kita..
yang berjalan beriringan disuatu senja
bergandengan tangan tanpa memperdulikan hiruk pikuk dunia
bahagia
itu kita..
yang saling melemparkan cerita dengan penuh suka cita
yang saling melemparkan pandangan dan enggan melepaskan dari masing-masing bola mata
yang mungkin saling jatuh cinta?
itu kita..
yang menghabiskan sepertiga malam menangis dan meminta
berdoa kepada Tuhan agar tak perlu dipisahkan dari masing-masing kita
saling menyebutkan nama dipenghujung doa
sebelum amin terucapkan dari bibir yang merona
itu kita..
yang kemudian sama-sama menua
habis dimakan usia
namun masih memiliki genggaman yang sama
dan juga senyuman yang serupa saat pertama kali kita jatuh cinta
itu kita..
yang terbaring bersebelahan disebuah kompleks pemakaman
yang menjadi legenda bahwa “cinta bahkan mampu membuat kematian menjadi sebuah hal yang menyenangkan.” dan menjadi cerita dari setiap mulut manusia yang memimpikan cinta seperti yang kita punya.
tapi jangan kalian kira…
kita pernah saling berteriak hanya demi menyelamatkan nama dihadapan dunia
namun kita tetap kembali berpelukan hanya demi mengatakan apa yang mulut tak bisa ucapkan
ya.. benar
cintalah, yang menyatukan kita.

dikutip dari cerita tentang kita karya @anggarief


Sesetia Air Mata


Aku ingin menjadi air mata
Setia hadir di tangis paling duka,
hingga tawa membahana
Bahkan pada kantukmu yang paling pekat
Juga pada cekat harumu yang paling hebat
Dan pada bisik doamu yang paling khidmat
Menjadi air mata
Mengelus pipimu perlahan
Membiarkan segala emosi menguap dan hilang
Tak pernah habis
Terus ada setiap kamu butuh
Tenangkan benakmu
Usap selaksa keluh
Lalu mengubahnya menjadi sebentuk senyum penuh
Terpejamlah,
Agar bisa aku mengendap-endap
Menelusup ke balik kelopak
Menjaga setia, merupa air mata

diambil dari blog @DeschaVyana
source: http://inside305.wordpress.com/