Friday, 26 April 2013

Persembahan Untuk Langit


Wahai langit, dengarkan ungkapan hati kami ...

Ku memandang langit dan segala makhluk di sana, termasuk bayangmu ~@SicaPermata

Cahaya langit senja ini mengingatkanku pada bayangmu yang berjalan menjauh. Perlahan tapi pasti. ~@puisiindijgj

Langit malam penuh bintang. Langit itu hatiku, bintang itu kamu. ~@SicaPermata

Langit berbalurkan warna senja yang jingga, kadang merona bahagia, kadang merajuk sendu. Tak apa, sayang! Asal kau denganku. ~@MissPaleeta

Aku kangen lihat langit bareng kamu waktu di jalan sore-sore. Kita menahan hujan beberapa kilometer. Nyanyianmu yang itu bikin kita ketawa. ~@CukupAni 

Langit, Sederhana tapi Mempesona ~@dvshkvn

Memandang langit yang sama, bersama orang yang berbeda. ~@i_winaa 

Aku tak tahu, mengapa langit senja yang teduh selalu merayuku untuk mengingatmu, oh bukan, kenangan tentang kita maksudku. ~@BagusSuprayitno 

Hey, lihat di langit, ada bulan penuh di sana. Kamu lihat bulan yang sama di benua sana, bukan? ~@SicaPermata 

Langit jingga separo bibirmu, diujungnya kata2 tertahan bisu, bersambut matahari meluncur deras, menuju senja pelukku. ~@retnografi

Langit punya berbagai macam cara untuk membuatku duduk terdiam, terkagum, dan akhirnya memuji kebesaran sang Pencipta. ~@BagusSuprayitno

Langit sempurna mengelabuhi kita, mengenai masa yang terlucuti tanpa menyadari bahwa kita, tidak lagi ada. ~@kiramadhani

Di langit ada sosok semar. Setinggi itu refleksimu dibenakku. ~@_WBP_ 

Kepada langit aminku menengadah. Semoga kamu, semoga cinta. ~ @dearjuzii 

Kau harus lihat langit yg menggantung lucu. Dibawah timangan semesta yang tengah menyanyi merdu. Seolah nyanyian untuk perindu ~@zulfikaremha
Jika langit tidak kelabu dan hujan tidak menjatuhkan diri, darimana aku belajar bahwa semesta itu berotasi? ~@kiramadhani 

Dan rembulan geram nian akan tingkah langit yang seolah-olah sengaja menghalangi keanggunannya. Sungguh geram ~@zulfikaremha 

Dia sempurna memunafiki dirinya dengan berkata bahwa rasa ini hanya mengada-ada, serupa dusta langit pada senja kemarin sore ~@kiramadhani 

Langit bercerita tentang sajak yang hidup setelah kau dan aku dipertemukan di antara dua mata ~@iconessia

Bulan pun menangis, seakan berat melepas kepergian langit senja yang duduk di kereta sore itu ~@iconessia 

Langit malam ini seolah tak berujung. Seperti kasihku padamu.. ~@amramdhan

Kusampaikan salam rinduku pada langit malam ini. Karna ku tahu kau juga memandangi langit yang sama. ~@amramdhan 

Seperti memeluk purnama saat langit sempurna jelaga. Meski bagimu hampa, fatamorgana dalam kamu serasa begitu nyata. ~@kiramadhani 

Langit pucat pasi. Hujan bertubi-tubi. Senja? Sedang sibuk memuji cahaya buatan bumi; kamu. ~@kiramadhani

Bila memang langit itu biru, ijinkan aku untuk melukiskan pelangi untukmu. ~@MissPaleeta 

Hanya langit lah pengantar rinduku yang menggebu pada dirinya. ~@MissPaleeta 

Langit bisa runtuh, bumi bisa bergoncang. Namun tidak dengan kesetiaanku. ~@MissPaleeta

Langit berbinar, bintang hijau dan oranye sibuk berujar, mesra. Seperti berucap: semesta kita! ~@kiramadhani

Kubertanya pada langit kapan kan kubertemu lagi dengan awan seputih dan semurni dirimu. ~@amramdhan 

Langit juga nampak seperti ini ketika kupertama jumpa dirimu. Gelap namun memberikan kehangatan. ~@amramdhan

Aku kangen saat-saat kita rebahan di atas rumput, memandang ke langit malam, dan menunggu bintang jatuh. ~@MissPaleeta


No comments:

Post a Comment