Wahai langit,
dengarkan ungkapan hati kami ...
Ku memandang langit
dan segala makhluk di sana, termasuk bayangmu ~@SicaPermata
|
Cahaya langit senja
ini mengingatkanku pada bayangmu yang berjalan menjauh. Perlahan tapi pasti. ~@puisiindijgj
Langit malam penuh
bintang. Langit itu hatiku, bintang itu kamu. ~@SicaPermata
Langit berbalurkan
warna senja yang jingga, kadang merona bahagia, kadang merajuk sendu. Tak apa,
sayang! Asal kau denganku. ~@MissPaleeta
Aku kangen lihat
langit bareng kamu waktu di jalan sore-sore. Kita menahan hujan beberapa
kilometer. Nyanyianmu yang itu bikin kita ketawa. ~@CukupAni
Langit, Sederhana tapi
Mempesona ~@dvshkvn
Memandang langit yang
sama, bersama orang yang berbeda. ~@i_winaa
Aku tak tahu, mengapa
langit senja yang teduh selalu merayuku untuk mengingatmu, oh bukan, kenangan
tentang kita maksudku. ~@BagusSuprayitno
Hey, lihat di langit,
ada bulan penuh di sana. Kamu lihat bulan yang sama di benua sana, bukan? ~@SicaPermata
Langit jingga separo
bibirmu, diujungnya kata2 tertahan bisu, bersambut matahari meluncur deras,
menuju senja pelukku. ~@retnografi
Langit punya berbagai
macam cara untuk membuatku duduk terdiam, terkagum, dan akhirnya memuji
kebesaran sang Pencipta. ~@BagusSuprayitno
Langit sempurna
mengelabuhi kita, mengenai masa yang terlucuti tanpa menyadari bahwa kita,
tidak lagi ada. ~@kiramadhani
Di langit ada sosok
semar. Setinggi itu refleksimu dibenakku. ~@_WBP_
Kepada langit aminku
menengadah. Semoga kamu, semoga cinta. ~ @dearjuzii
Kau harus lihat langit
yg menggantung lucu. Dibawah timangan semesta yang tengah menyanyi merdu.
Seolah nyanyian untuk perindu ~@zulfikaremha
Jika langit tidak
kelabu dan hujan tidak menjatuhkan diri, darimana aku belajar bahwa semesta itu
berotasi? ~@kiramadhani
Dan rembulan geram
nian akan tingkah langit yang seolah-olah sengaja menghalangi keanggunannya.
Sungguh geram ~@zulfikaremha
Dia sempurna
memunafiki dirinya dengan berkata bahwa rasa ini hanya mengada-ada, serupa
dusta langit pada senja kemarin sore ~@kiramadhani
Langit bercerita
tentang sajak yang hidup setelah kau dan aku dipertemukan di antara dua mata ~@iconessia
Bulan pun menangis,
seakan berat melepas kepergian langit senja yang duduk di kereta sore itu ~@iconessia
Langit malam ini
seolah tak berujung. Seperti kasihku padamu.. ~@amramdhan
Kusampaikan salam
rinduku pada langit malam ini. Karna ku tahu kau juga memandangi langit yang
sama. ~@amramdhan
Seperti memeluk
purnama saat langit sempurna jelaga. Meski bagimu hampa, fatamorgana dalam kamu
serasa begitu nyata. ~@kiramadhani
Langit pucat pasi.
Hujan bertubi-tubi. Senja? Sedang sibuk memuji cahaya buatan bumi; kamu. ~@kiramadhani
Bila memang langit itu
biru, ijinkan aku untuk melukiskan pelangi untukmu. ~@MissPaleeta
Hanya langit lah
pengantar rinduku yang menggebu pada dirinya. ~@MissPaleeta
Langit bisa runtuh,
bumi bisa bergoncang. Namun tidak dengan kesetiaanku. ~@MissPaleeta
Langit berbinar,
bintang hijau dan oranye sibuk berujar, mesra. Seperti berucap: semesta kita! ~@kiramadhani
Kubertanya pada langit
kapan kan kubertemu lagi dengan awan seputih dan semurni dirimu. ~@amramdhan
Langit juga nampak
seperti ini ketika kupertama jumpa dirimu. Gelap namun memberikan kehangatan. ~@amramdhan
Aku kangen saat-saat
kita rebahan di atas rumput, memandang ke langit malam, dan menunggu bintang jatuh.
~@MissPaleeta