Tuesday, 21 October 2014

Event: Sajak di Pantai


Halo teman teman! kembali lagi di event seru dari Puisi Indo Jogja. Kali ini, kami hadir dengan pepuisian di alam terbuka. Mei 2014 yang lalu, kami mengadakan event bertemakan, "Pada Alam Ku Bicara" yang bertempat di Gunung Api Purba Nglanggeran, Wonosari, Jogjakarta. Dalam acara dua hari satu malam tersebut, kami bersenang senang sekaligus mengakrabkan diri dengan teman-teman yang lain, juga mengadakan permainan permainan seru yang tidak jauh dengan dunia pepuisian. Acara itu disambut meriah oleh teman-teman yang ikut dan kekecewaan dan penyesalan bagi yang tidak ikut, karena kami tak hanya bercengkrama membaca puisi bersama, namun juga mempererat silaturahmi antar sesama dan antar komunitas. Menarik, kan?

Kali ini, atas permintaan teman-teman juga, kami hadir dengan konsep acara dan tempat yang baru. siapa sih yang tidak ingin refreshing di tepi pantai, berkemah dan menikmati pantai seraya berpuisi? Selain dapat mengurangi stress, kami juga ingin lebih dekat dengan teman-teman dan tentu saja memperkenalkan Puisi Indo Jogja sebagai komunitas Sastra yang tak hanya peduli dengan sastra itu sendiri, namun juga peduli dengan alam. 

Gagasan Sajak di Pantai itu sendiri terinspirasi puisi ciptaan Goenawan Mohammad yang berjudul, Pada Sebuah Pantai:

Semua ini hanya terjadi dalam sebuah sajak yang
sentimentil. Yakni ketika pasang berakhir, dan aku
menggerutu, “masih tersisa harum lehermu”; dan kau tak
menyahutku.

     Di pantai, tepi memang tinggal terumbu,
     hijau (mungkin kelabu).
     Angin amis. Dan
     di laut susut itu, aku tahu,
     tak ada lagi jejakmu.

     Berarti pagi telah mengantar kau kembali, pulang dari
sebuah dongeng tentang jin yang memperkosa putri yang
semalam mungkin kubayangkan untukmu, tanpa tercatat,
meskipun pada pasir gelap.

     Bukankah matahari telah bersalin dan
     melahirkan kenyataan yang agak lain?
     Dan sebuah jadwal lain?
     Dan sebuah ranjang & ruang rutin, yang
     setia, seperti sebuah gambar keluarga
     (di mana kita, berdua, tak pernah ada)?

     Tidak aneh.
     Tidak ada janji
     pada pantai
     yang kini tawar
     tanpa ombak
     (atau cinta yang bengal).

     Aku pun ingin berkemas untuk kenyataan-kenyataan,
berberes dalam sebuah garis, dan berkata: “Mungkin tak ada
dosa, tapi ada yang percuma saja.”

     Tapi semua ini terjadi dalam sebuah sajak yang
sentimentil. Dan itulah soalnya.

     Di mana ada keluh ketika dari pohon itu
     mumbang jatuh seperti nyiur jatuh dan
     ketika kini tinggal panas & pasir yang
     bersetubuh.

     Di mana perasaan-perasaan memilih artinya sendiri,
     di mana mengentara bekas dalam hati dan kalimat-
     kalimat biasa berlarat-larat (setelah semacam
     affair singkat), dan kita menelan ludah sembari
     berkata: “Wah, apa daya.”

     Barangkali kita memang tak teramat berbakat untuk
menertibkan diri dan hal ihwal dalam soal seperti ini.

     Lagi pula dalam sebuah sajak yang sentimentil hanya ada satu
dalil: biarkan akal yang angker itu mencibir!

     Meskipun alam makin praktis dan orang-orang telah
memberi tanda DILARANG NANGIS.

     Meskipun pada suatu waktu, kau tak akan lagi datang
padaku.

     Kita memang bersandar pada apa yang mungkin kekal,
     mungkin pula tak kekal.
     Kita memang bersandar pada mungkin.
     Kita bersandar pada angin

     Dan tak pernah bertanya: untuk apa?
     Tidak semua, memang, bisa ditanya untuk apa.

     Barangkali saja kita masih mencoba memberi harga
pada sesuatu yang sia-sia. Sebab kersik pada karang, lumut
pada lokan, mungkin akan tetap juga di sana – apa pun
maknanya.

1973
Maka dari itu, yuk teman teman yang penasaran sama camping ala Puisi Indo Jogja ikutan acara seru ini. htm hanya 25.000 untuk keperluan tenda dan acara. Kapan lagi? Jangan lupa daftar ke @puisiindojgj atau ke @lilinjelitaaa ya! Tiada kesan tanpa kehadiranmu! :)

Monday, 8 September 2014

EVENT PUISI INDO JOGJA



Halo gaes..

Puisi Indo Jogja kembali dengan acara yang lebih segar, selain acara reguler pembacaan puisi dan cerpen setiap dua minggunya, kali ini kami memberikan acara yang berbeda. Memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) yang jatuh pada tanggal 8 September ini, kami mengadakan acara diskusi teknik penulisan puisi dan pembacaan puisi dengan pembicara Bernard Batubara dan Sigit Haryo Seno. Diharapkan acara yang ditujukan untuk siswa SMA sederajat dan Mahasiswa ini dapat menumbuhkan dan mengembangkan minat menulis puisi serta dapat membantu mendukung Hari Aksara Internasional yang dibentuk sebagai kepedulian masih rendahnya tuna aksara di dunia.

Acara ini diadakan hari Rabu, 10 September 2014 di Djendelo Koffie, lantai 2 Toko Buku Togamas, Yogyakarta. Acara dibagi dua sesi, yaitu sesi satu untuk diskusi teknik penulisan puisi dan sesi dua acara reguler pembacaan puisi seperti sebelum sebelumnya.
Bagaimana cara berpartisipasi?

Cukup daftar dengan mention ke twitter @puisiindojgj untuk siapapun yang ingin mendaftarkan untuk diskusi teknik penulisan puisi maupun pembacaan puisi reguler.

Acara ini FREE, tidak dipungut biaya justru dapat menambah wawasan serta mengasah bakat teman teman :)

See you guys!

CP: @puisiindojgj / @kiramadhani / @anggarief
085725950789 (sms only)

08972580333 (sms only)

Thursday, 2 May 2013

Aku = Ego (?)

Selamat malam, cinta. Bagimu ego adalah neraka? Bukan, ego adalah kita.
Kadang, menjadi egois itu perlu.
Bukan untuk menginjak-injak orang lain, tapi untuk mengangkat dirimu sendiri.
~@puisiindojgj


Ego itu saat aku bilang sayang padamu ~@CukupAni

Manusia telah di"set-up" kalau mncintai diri sendiri adalah ego. Itu salah. Kita tak dapat mencinta orang lain tanpa mencintai diri sendiri. ~@dvshkvn

tidurlah, sayang. tanggalkan semua kenangan. biarkan ego melumat tubuh kita yang telanjang. ~ @puisiindojgj

karena mencintai diam-diam juga merupakan suatu keegoisan, kan? ~@puisiindojgj

Bukankah selalu mengenang "cerita lama"-mu saat bersamaku juga egois? ~@siskasiss


Adalah egoku, ketika melupakanmu menjadi sebuah pilihan, namun aku masih lekat merekam. enggan memejam. ~@kiramadhani

Wednesday, 1 May 2013

Celotehan Awal Mei

Jangan terlalu serius di awal Bulan Mei. Yuk berceloteh!

Tanggal satu bulan lima, aku baru tahu kalau suaminya tiga. "Kugadaikan dua." Katanya. ~@cuthang

Tanggal satu bulan lima, tahun dua ribu tiga belas ~@CUTDM 

tanggal satu bulan lima, harapannya untukku, statusnya buat dia. ~ ‏@kiramadhani 

tanggal satu di bulan lima, PHP mulu kapan nembaknyaa~~" ~@sendyshahalam 

Tanggal satu bulan lima, aku hanya butuh kamu untuk menjadi kita.  ~ ‏@aspian_pian 


Tanggal satu di bulan lima, gegara kamu, TLku pantun semua ~@dvshkvn 



tanggal satu bulan lima, segini dulu, curhatan admin mulai bahaya~ salam.

Kesederhanaan yang Sering Terabaikan



sebahagia dandelion yang dilepaskan angin, melangkah ringan tanpa beban. ~@puisiindojgj

Ku harap kamulah dandelion yang tertiup angin. Menyebarkan harapan, menyebarkan keindahan, menyebarkan kehidupan. ~@zulfikaremha

Dandelion dan Lotus, dua bunga idolaku. Ketegaran dan kesucian. Seperti itulah seharusnya hidup. ~@SicaPermata

Sesederhana dandelion yang diterbangkan angin, bahagiaku terbawa senyummu yang menyenangkan. ~@puisiindojgj 

Dandelion, indah. Rapuh bagai sayap kupu-kupu. ~@dvshkvn

Seharusnya kita belajar soal keikhlasan pada dandelion, kepasrahan tanpa tapi dalam diam. ~@puisiindojgj

Sementara dandelion terombang ambingkan angin, harapanku tergantung anggun dalam ingin. ~@puisiindojgj

Seorang anak menangis, saat dandelion nya menyebar tertiup angin. Tanpa ia tahu, kehancurannya menumbuhkan yang baru. ~@puisiindojgj

Dalam kerapuhan, dandelion percaya arah mata angin takkan pernah mengecewakannya ~@rinshereen

Aku percaya padamu.. Sepenuhnya.. Seperti dandelion yang percaya kepada angin ke manapun ia akan membawanya pergi ~@priscil888

Akulah petualang, hanya sang angin yang tahu kaki ini melangkah. Karena, akulah sang dandelion ~@zulfikaremha

Harapku serupa dandelion biru, yang ditiupkan angin menuju langit yang kelabu. Jemu. ~@puisiindojgj 


Friday, 26 April 2013

Persembahan Untuk Langit


Wahai langit, dengarkan ungkapan hati kami ...

Ku memandang langit dan segala makhluk di sana, termasuk bayangmu ~@SicaPermata

Cahaya langit senja ini mengingatkanku pada bayangmu yang berjalan menjauh. Perlahan tapi pasti. ~@puisiindijgj

Langit malam penuh bintang. Langit itu hatiku, bintang itu kamu. ~@SicaPermata

Langit berbalurkan warna senja yang jingga, kadang merona bahagia, kadang merajuk sendu. Tak apa, sayang! Asal kau denganku. ~@MissPaleeta

Aku kangen lihat langit bareng kamu waktu di jalan sore-sore. Kita menahan hujan beberapa kilometer. Nyanyianmu yang itu bikin kita ketawa. ~@CukupAni 

Langit, Sederhana tapi Mempesona ~@dvshkvn

Memandang langit yang sama, bersama orang yang berbeda. ~@i_winaa 

Aku tak tahu, mengapa langit senja yang teduh selalu merayuku untuk mengingatmu, oh bukan, kenangan tentang kita maksudku. ~@BagusSuprayitno 

Hey, lihat di langit, ada bulan penuh di sana. Kamu lihat bulan yang sama di benua sana, bukan? ~@SicaPermata 

Langit jingga separo bibirmu, diujungnya kata2 tertahan bisu, bersambut matahari meluncur deras, menuju senja pelukku. ~@retnografi

Langit punya berbagai macam cara untuk membuatku duduk terdiam, terkagum, dan akhirnya memuji kebesaran sang Pencipta. ~@BagusSuprayitno

Langit sempurna mengelabuhi kita, mengenai masa yang terlucuti tanpa menyadari bahwa kita, tidak lagi ada. ~@kiramadhani

Di langit ada sosok semar. Setinggi itu refleksimu dibenakku. ~@_WBP_ 

Kepada langit aminku menengadah. Semoga kamu, semoga cinta. ~ @dearjuzii 

Kau harus lihat langit yg menggantung lucu. Dibawah timangan semesta yang tengah menyanyi merdu. Seolah nyanyian untuk perindu ~@zulfikaremha
Jika langit tidak kelabu dan hujan tidak menjatuhkan diri, darimana aku belajar bahwa semesta itu berotasi? ~@kiramadhani 

Dan rembulan geram nian akan tingkah langit yang seolah-olah sengaja menghalangi keanggunannya. Sungguh geram ~@zulfikaremha 

Dia sempurna memunafiki dirinya dengan berkata bahwa rasa ini hanya mengada-ada, serupa dusta langit pada senja kemarin sore ~@kiramadhani 

Langit bercerita tentang sajak yang hidup setelah kau dan aku dipertemukan di antara dua mata ~@iconessia

Bulan pun menangis, seakan berat melepas kepergian langit senja yang duduk di kereta sore itu ~@iconessia 

Langit malam ini seolah tak berujung. Seperti kasihku padamu.. ~@amramdhan

Kusampaikan salam rinduku pada langit malam ini. Karna ku tahu kau juga memandangi langit yang sama. ~@amramdhan 

Seperti memeluk purnama saat langit sempurna jelaga. Meski bagimu hampa, fatamorgana dalam kamu serasa begitu nyata. ~@kiramadhani 

Langit pucat pasi. Hujan bertubi-tubi. Senja? Sedang sibuk memuji cahaya buatan bumi; kamu. ~@kiramadhani

Bila memang langit itu biru, ijinkan aku untuk melukiskan pelangi untukmu. ~@MissPaleeta 

Hanya langit lah pengantar rinduku yang menggebu pada dirinya. ~@MissPaleeta 

Langit bisa runtuh, bumi bisa bergoncang. Namun tidak dengan kesetiaanku. ~@MissPaleeta

Langit berbinar, bintang hijau dan oranye sibuk berujar, mesra. Seperti berucap: semesta kita! ~@kiramadhani

Kubertanya pada langit kapan kan kubertemu lagi dengan awan seputih dan semurni dirimu. ~@amramdhan 

Langit juga nampak seperti ini ketika kupertama jumpa dirimu. Gelap namun memberikan kehangatan. ~@amramdhan

Aku kangen saat-saat kita rebahan di atas rumput, memandang ke langit malam, dan menunggu bintang jatuh. ~@MissPaleeta


Tuesday, 9 April 2013

Kamu Anugerahku


"Dalam duka menahan rindu, hatiku masih tetap percaya kamu anugerah terhebatku" ~@puisiindojgj


Segala rindu bersama pilu selalu beriringan dengan cinta anugerah dari Sang Pencipta dan Pecinta. ~@dvshkvn

Kamu itu spesial. Spesial itu lebih dari sempurna. Seperti anugerah dari Sang Maha. ~@kiramadhani

Jauh aku berjalan, penuh luka, duka, dan cerca. Aku akan tetap meracau bergumam memanggilmu anugerah Tuhan tanpa sayap. ~@dvshkvn

Kamu anugerah bagiku, sabana dalam saharaku. ~@SicaPermata

Kamu adalah anugerah pada sebuah rindu yang enggan kubagi dengan semesta. ~@kiramadhani
Anugerah dan keajaiban dunia terindah itu kamu, ya kamu yang di sana tak lagi membanggakanku. ~@dvshkvn

Tuhan memiliki cara tersendiri untuk membahagiakan umatnya, menciptakan anugerah seperti kamu, salah satunya. ~@kiramadhani 

Entah anugerah atau bukan, yang aku tahu mencintaimu membuat hatiku basah. ~@Anggarief 

Anugerah dan cinta selalu melucuti logika tanpa premis. ~@dvshkvn

Adalah anugerah ketika duka enyah dan luka berpendar seiring dengan jejak baru ceritamu. ~@kiramadhani 

Aku ingin seperti hujan. Anugerah Tuhan yang selalu jatuh, berulang, namun tak pernah merasakan sakit. ~@dvshkvn 

Sukmaku melayang tak tentu arah. Hilang dalam gelap, tenggelam di dasar samudera, tantang badai. Lalu sukmamu temukannya: anugerahku. ~@SicaPermata 

Tuhan, Engkau pemberi anugerah ini dan jagalah dia untukku Tuhan ~@dodyprass2 

KAMU, empat huruf terindah anugerah Tuhan di semesta serta hati ini yang penuh cinta. ~@dvshkvn 

Kerasnya hati ini luluh karena anugerah terindah yg Kau berikan padaku Tuhan ~@dodyprass2 

Aku selalu telak pada kekaguman sebuah anugerah: kamu. ~@kiramadhani 

Anugerah?? Apa itu?? Yang aku tahu hanya KAMU, sederhana tapi mempesona. ~@dvshkvn

Aku mempercayai keajaiban itu nyata, sebagaimana aku menyadari bahwa anugerah sepertimu benar adanya ~@kiramadhani 

Saya harap anugerah itu bukanlah sebuah keberuntungan. tapi dia suatu bukti bahwa Tuhan itu memang ada ~@joeanakbar 

Seutas doa terbesit untuk dua anugerah paling indah di bumi; setiap hari. setiap waktu. ~@kiramadhani 

Ribuan anugerah Tuhan diretas manusia. Namun engkau selalu kujaga dalam hati :) ~@dvshkvn 

Adalah anugerah, ketika merelakanmu tidak lagi menjadi sebuah paksaan, melainkan sebuah keikhlasan :) ~@kiramadhani 

Anugerah terindah ya kamu, sesimpel dan sesederhana itu ~@dodyprass2

Bagiku, kamu anugerah yang mampu bakar keberanianku untuk menghabisi orang yang menyiksamu.  ~@SicaPermata *edisi #TCK* *Ken Arok pada Ken Dedes*

Cintamu merupakan anugerah yang mempesona di mataku ~@dodyprass2 

Anugerah di segala cinta, bagai arus pengiring ombak. Selalu setia saling mencapai tujuan. ~@dvshkvn

Anugerahku adalah kamu :)) ~@dodyprass2

Anugerahku hilang seiring hilangnya tulang rusukku entah kemana. ~@dvshkvn

Anugerah cinta yang seharusnya indah, dibinasakan dendam dan amarah. ~@dvshkvn

Kamu itu anugerah ku, bencanaku. Ada kamu, aku bahagia. Tak ada kamu, aku merana. ~@MissPaleeta